Kamis, 01 Desember 2011

belajar secara otodidak

Otodidak merupakan proses belajar secara mandiri, dengan mencoba-coba, mengutak-atik hal yang dipelajari itu. Otodidak dibantu dengan adanya keterangan-keterangan dari sumber-sumber. Otodidak juga perlu pokok-pokok untuk menopangnya.


Pertama, yaitu, kenalilah metode anda belajar, mungkin anda lebih suka teori, lebih suka tutorial, atau mungkin lebih suka mengikuti teorinya, baru tutorialnya. Mungkin juga anda lebih suka langsung praktek dengan mengikuti teori-teori yang ada. Mengenali metode belajar ini sangat penting, karena anda akan lebih mudah dalam memahaminya.


Kedua, kenalilah dahulu poin-poin yang tidak terlalu spesifik, atau boleh dibilang tekhnik dasarnya.

Ketiga, moderenisasi tentunya menghemat cara anda mereview suatu masalah, misalnya anda tidak mengerti akan suatu istilah, misal istilah ekstemporan, kita tinggal cari di Search Engine, tidak perlu banyak bertanya, dan mungkin anda akan menemukan hal-hal yang lebih terperinci. Juga banyak situs-situs review, seperti Shvoong.


Keempat, bergabunglah dengan suatu kelompok, ini bisa membantu anda melalui sharing bersama. Dengan ini bukan hanya anda saja yang mendapat hal baru, tetapi, juga untuk orang lain.

Kelima, belajarlah dengan suasana atau situasi yang mendukung. Karena ini akan sangat membantu anda dalam memahami suatu pembahasan.

Secara pemahaman menurut saya, sebenarnya otodidak akan lebih menyisakan hal belajar yang akan sulit dilupakan oleh otak.

Sumber : http://salimspersonalblog.blogspot.com/2011/11/belajar-dengan-cara-otodidak.html#ixzz1fGz8Yty7

jangan putus asa berdo'a

Doa hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah SWT.

SABAN hari umat Islam di seluruh pelosok dunia memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan harapan segala permohonan diperkenankan-Nya. Namun tidak semua doa daripada seseorang insan itu termakbul. Lantaran itu, sesetengah pihak tertanya-tanya kenapa doanya itu tidak berhasil sedangkan Allah telah berfirman:

Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. (Ghaafir: 60)

Disebabkan perasaan kecewa kerana tanggapan bahawa permohonannya itu seakan-akan tidak dimakbulkan, maka timbul perasaan putus asa. Sehingga ada yang meninggalkan amalan berdoa yang sebenarnya merupakan salah satu ibadah yang dimuliakan Allah. Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa”. (Riwayat Tirmidzi)

Hakikatnya, Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Adil dan Dia sentiasa mengotakan janji-janji-Nya. Namun hamba-hamba-Nya adakalanya gagal untuk memahami hikmah di sebalik segala keputusan Allah. Kita merasakan apa yang dipinta daripada-Nya itu merupakan yang terbaik untuk diri kita sedangkan Allah lebih mengetahui segala-galanya dan setiap keputusan-Nya itu memiliki hikmah yang adakalanya tidak disedari oleh seseorang insan.

Ada ketikanya apabila Allah tidak memperkenankan sesuatu permintaan hamba-Nya disebabkan kerana Allah ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dipinta.

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan sebuah doa yang tidak berisi dosa dan permintaan untuk memutuskan silaturahim melainkan Allah akan mengurniakan kepadanya salah satu dari tiga perkara: Allah akan segera memakbulkan doanya atau Allah akan menyimpan doanya sebagai pahala di akhirat atau Allah akan menghindarkan dirinya dari keburukan semisalnya. Mereka berkata: Kalau begitu kami harus memperbanyakan berdoa. Nabi bersabda: Apa yang Allah kurniakan kepada kalian lebih banyak dari yang kalian minta”. (Riwayat Imam Ahmad)

Begitulah resam seorang insan yang selalu lupa tentang apa yang telah dikurniakan Allah yang hakikatnya lebih banyak berbanding permintaannya yang dianggapnya tidak dimakbulkan itu. Malah menerusi hadis di atas dapat kita fahami bahawa ada waktunya Allah menggantikan apa yang dipinta oleh hamba-hamba-Nya itu dengan menghindarkan diri mereka dari ditimpa kemalangan ataupun apa-apa jua bentuk musibah.

Ada ketikanya Allah menangguhkan untuk memperkenankan sesuatu permintaan dan dikurniakan sebagai ganti berupa ganjaran pahala di akhirat yang tentu sekali akan lebih memberi manfaat yang besar kepada hamba-hamba-Nya.

Insan tetap insan yang sebagaimana telah kita semua sedia maklum terbelenggu dengan pelbagai kelemahan. Kenapa tatkala merasakan Allah seperti tidak memperkenankan doa-doanya, seseorang insan itu tidak terlebih dahulu melihat kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin Allah ingin menjawab permintaannya itu sekiranya seseorang itu sentiasa bergelumang dengan perbuatan maksiat serta meninggalkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sabda Rasulullah SAW:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu harus mengerjakan segala yang baik (makruf) dan meninggalkan segala yang keji (mungkar), atau jika tidak Allah pasti akan menurunkan seksa ke atas kalian, nanti bila kalian berdoa tidak akan dimakbulkan”. (Riwayat Tirmidzi)

Tidak dapat dinafikan kelalaian seseorang dalam menurut perintah Allah dan juga tewasnya seseorang dengan godaan hawa nafsu merupakan penyebab utama terhalangnya kurniaan kebaikan (seperti mudah termakbulnya doa) daripada Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripada-Nya. (al-Ra’du: 11)

Mana mungkin Allah SWT akan memperkenankan sesuatu permohonan jika hamba-hamba-Nya tidak mempedulikan perkara halal dan haram dari segi sumber rezeki, pemakanan dan pakaian-pakaiannya dalam kehidupan seharian. Firman Allah:

Wahai Rasul-rasul, makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan kerjakanlah amal-amal soleh; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. (al-Mukminun: 51).

Dan Dia berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadanya. (al-Baqarah:172).

Kemudian Baginda menyebutkan tentang seseorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu. Dia berdoa sambil menadahkan tangannya ke langit, dia berucap: Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya dimakbulkan. (Riwayat Imam Muslim)

Sikap terburu-buru sesetengah insan dalam meminta doanya agar dimakbulkan segera sehinggakan wujud perasaan putus asa apabila permintaan tersebut tidak tercapai merupakan antara faktor yang menyebabkan terhalangnya doa itu diterima oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: Akan dimakbulkan doa salah seorang di antara kamu selagi dia tidak terburu-buru lalu dia mengatakan: Aku sudah berdoa namun tidak dimakbulkan bagiku. (Riwayat Imam al-Bukhari)

Sewajarnya setiap insan tidak putus harapan dalam berdoa dan tetap memperbanyakkan amalan berdoa. Keyakinan bahawa Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-hamba-Nya juga merupakan faktor yang dapat mempermudahkan termakbulnya doa.

Sekiranya doa itu diyakini sebagai ibadah maka hendaklah kita menghadapkan doa itu ikhlas hanya kepada Allah SWT tanpa sebarang perantaraan yang bertentangan dengan syarak dan tatacara berdoa itu juga hendaklah bersesuaian dengan sunah Rasulullah agar ia diterima oleh Allah SWT. Doa itu hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah dan dengan suara yang perlahan. Firman-Nya:

Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. (al-A’raaf: 55)

Justeru, hendaklah setiap insan melazimkan diri mereka dengan berdoa. Pada masa yang sama hendaklah setiap insan itu juga berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dalam menurut segala perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya agar ia dapat memudahkan termakbulnya doa.

PR

Pekerjaan rumah (PR) dapat menjadikan interaksi yang cukup intensif antara orang tua dengan anak ataupun guru dengan murid. PR yang diberikan untuk murid bermanfaat untuk anak belajar mempunyai rasa tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. Namun banyak kendala yang sering dialami para orang tua dan guru dalam mengatasi anak yang tidak mau atau malas mengerjakan pekerjaan rumah. Kebanyakan anak lebih memilih bermain sepulang dari sekolah atau menonton televisi. Berikut ini adalah tips bagaimana membantu anak agar atas kesadaran sendiri mengerjakan PR:

1. Mengatur waktu belajar yang tepat
Temukan waktu yang tepat agar anak menyelesaikan tugasnya dengan baik. Setelah anak pulang sekolah usahakan agar mereka istirahat dahulu, karena mereka terlalu lelah untuk langsung mengerjakan PR setelah seharian beraktifitas. Setelah beristirahat barulah mengerjakan PR.

2. Mengutamakan tugas yang paling penting
Tanamkan pada anak untuk segera mengerjakan tugasnya sebagai prioritas yang paling penting. Hal ini dapat menanamkan disiplin dan tanggung jawab anak.

3. Buat jadwal aktifitas belajar secara harian
Buatlah jadwal aktifitas belajar secara harian. Lalu tempel pada tempat yang mudah terlihat. Misalnya pada meja belajar anak atau lemari es.

4. Pilih tempat belajar yang tepat
Tempat belajar yang tepat adalah tempat yang tenang dan banyak cahaya. Jauhkan dari televisi dan mainan anak.

5. Beri contoh yang baik
Ketika anak mengerjakan PR, orang tua hendaknya juga melibatkan diri dengan ikut membaca, menulis atau turut menyelesaikan soal-soal dalam games pendidikan (educational games) seperti di Dunia Belajar.

membaca

Kecepatan membaca

Setiap jenis bacaan memiliki kecepatan yang berbeda. Misalnya, sebuah novel yang menarik membutuhkan waktu yang lebih cepat ketimbang teks biologi.

Buku diktat juga berbeda dalam bagaimana bagusnya gaya penulisannya, dan sebagai akibatnya ada beberapa yang mustahil untuk dibaca secara cepat.

Setiap semester, ukurlah waktu yang kamu perlukan untuk membaca satu bab dari setiap buku diktatmu. Lihat berapa halaman yang dapat kamu baca dalam waktu satu jam. Setelah kamu mendapatkan hitungan akurat atas kecepatan membacamu, kamu dapat merencanakan dengan baik waktu membaca dan belajar.
Pemahaman

Mula-mula bacalah satu bab dengan cepat. Identifikasikan bagian-bagian di mana pengarang menjelaskan suatu topik paling banyak. Bila terdapat banyak diagram untuk suatu konsep, maka konsep itu pastilah penting. Bila kamu benar-benar dikejar oleh waktu, lewati bagian di mana pengarang paling sedikit menjelaskannya.

Bacalah kalimat pertama setiap paragraf lebih hati-hati daripada kalimat-kalimat berikutnya pada paragraf yang sama.

Catatlah subjudul dan kalimat pertama setiap paragraf sebelum kamu membaca bab itu sendiri. Kemudian tutup bukumu dan tanyalah dirimu apa yang kamu tahu dan tidak tahu tentang subyek tersebut sebelum mulai membaca.

Fokus pada kata benda dan subyek pada setiap kalimat. Carilah kombinasi kata benda-kata kerja, dan fokuskan belajarmu padanya.

Misalnya pada kutipan wacana berikut:

Pengkondisian klasik adalah pembelajaran yang terjadi ketika kita menghubungkan dua stimuli dalam suatu lingkungan. Satu dari stimuli ini memicu respon refleksif. Stimulus kedua secara alami bersifat netral terhadap respon tersebut, tetapi setelah yang kedua ini dipasangkan dengan yang pertama, ia akan memicu responnya sendiri.

Daripada membaca setiap kata, kamu mungkin dapat meringkasnya seperti ini:

Pengkondisian klasik = pembelajaran = menghubungkan dua stimuli.
Stimulus pertama = memicu respon
Stimulus kedua = netral alamiah, tetapi berpasangan dengan stimulus pertama --> memicu respon

Daripada membaca dan membaca ulang suatu wacana, cobalah membuat catatan seperti di atas sehingga kamu hanya mencatat bagian-bagian yang penting saja. Sekali kamu membuat catatan-catatan semacam ini, kamu tidak perlu menguatirkan sisa wacananya.

definisi rajin

Indonesian to English
diligent
powered by: google translate
Indonesian to Indonesian
adjective
1. 1 suka bekerja (belajar dsb); getol; sungguh-sungguh bekerja; selalu berusaha giat: -- lah belajar supaya naik kelas; 2 kerapkali; terus-menerus: ia -- ke masjid;
me·ra·jin·kan v membuat (mengusahakan supaya) rajin: untuk ~ anak-anak dl bekerja, Ibu guru sering mengadakan perlombaan yg berhadiah;
~ diri mengusahakan benar-benar, mengusahakan diri sendiri agar rajin;
pe·ra·jin n 1 orang yg bersifat rajin: para ~ itu bekerja keras meningkatkan hasil kerjanya; 2 sesuatu yg mendorong untuk menjadi rajin: perusahaan memberikan hadiah lebaran satu bulan gaji sbg ~ pegawai; 3 orang yg pekerjaannya (profesinya) membuat barang kerajinan;
peng·ra·jin n perajin;
ke·ra·jin·an n 1 perihal rajin; kegiatan; kegetolan: engkau tidak dapat menyamainya dl hal ~; 2 barang yg dihasilkan melalui keterampilan tangan (spt tikar, anyaman, dsb): anyaman bambu merupakan hasil ~ daerah itu; 3 perusahaan (kecil) yg membuat; barang-barang sederhana, biasa mengandung unsur seni;
~ rumah tangga usaha kecil-kecilan yg dikerjakan di rumah; ~ tangan pekerjaan tangan (bukan mesin)
source: kbbi3


Related Word(s)
kerajinan, merajinkan, pengrajin, perajin, rajin,

memperkuat ingatan

Mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki masalah pada ingatan. Ingatan yang semakin melemah biasanya di derita oleh usia paruh baya. Namun tidak sedikit pula usia remaja saat ini yang mengeluh-eluhkan tentang ingatannya yang melemah. Berdasarkan informasi yang saya terima dari beberapa sumber, mengatakan bahwa lemahnya ingatan dapat terjadi karena 2 hal, yaitu timbul dari sebuah penyakit yang bernama Alzheimer, dan ada pula yang timbul memang karena kita sendiri yang kurang berkonsentrasi.
Sedikit pengetahuan tentang Alzheimer itu sendiri yaitu salah satu penyakit yang digolongkan dalam kelompok demensia, atau yang dalam bahasa awam yang dikenal sebagai "pikun". Penyakit ini ditemukan pertama kali oleh Alois Alzheimer pada tahun 1906. Menurutnya, penyakit itu terjadi bukan karena gejala penuaan. Bahkan usia muda juga dapat terjangkit penyakit tersebut. Gejalanya yaitu pusing-pusing, lalu menjadi mudah lupa dan semakin lama memorinya akan hilang 100%. Dan menurutnya, metode untuk mengobati penyakit tersebut masih dalam kondisi sulit.
Sementara apabila lemahnya ingatan itu BUKAN terjadi karena Alzheimer (alami), berarti itu hanya dari diri anda saja yang memang kurang berkonsentrasi. Menurut saya, lemahnya ingatan terjadi karena penglihatan, pikiran dan perasaan yang saling berebut perhatian anda. Sehingga anda bingung untuk menangkap mana yang harus anda terima sebagai yang utama. Sebagai contoh:
"Linda ingin mengirimkan sebuah surat. Ketika dijalan, ia bertemu dengan teman lamanya yang dulunya pernah menyimpan rasa cinta padanya. Setelah lama berbicara, linda menanyakan beberapa biodata terbarunya dan mencatatnya di sebuah amplop surat yang kemudian di kantonginya. Lalu setelah kejadian itu Linda merasa bahagia hingga berjalan menuju sebuah taman. Dan setelah di taman ia tersadar, namun ia lupa apa yang sebenarnya sedang ingin dilakukan atau ditujunya?. Padahal sebenarnya hanyalah satu tujuan yaitu kantor pos."

Cerita tersebut menggambarkan bahwa lemahnya ingatan Linda terjadi karena penglihatan dia berubah (dari sebuah amplop menjadi ke teman), pikiran Linda berubah (dari jalan menuju kantor pos menjadi lebih memikirkan teman lamanya) dan perasaan Linda berubah (dari tanggung jawab atas surat menjadi rasa berbunga2 atas pertemuan tadi) sehingga semuanya terbagi-bagi.

Mungkin seperti itu salah satu contoh penyebab lemahnya daya ingat seseorang. Lalu bagaimana solusi yang tepat?. Menurut saya ada beberapa cara, diantaranya:
1. Sebelum mengerjakan sesuatu, meletakkan barang, membaca, berkendara, dll. Usahakan fokus dan katakan berulang kali bahwa "saya letakkan barang ini di atas TV, saya harus ke kantor pos itu, saya ingin membaca buku ini, dll". Sehingga itu menjadi sebuah sugesti yang dapat mengautkan konsentrasi dan daya ingat anda. Sehingga pikiran bawah sadar anda menangkap informasi untuk disimpan dan dapat dipanggil kapan saja sesuai yang anda inginkan. Dan saya yakin, daya ingat anda akan kembali membaik atau menguat.
2. Usahakan, catat kejadian saat ini sebelum anda melakukan kejadian yang akan datang. (contoh: anda mencatat halaman buku yg sedang anda baca sebelum mengangkat telepon pada waktu yang bersamaan). Hal ini secara tidak langsung akan memberikan sumbangan informasi berupa sugesti kepada pikiran bawah sadar anda. Dan anda akan menjadi orang yang terkontrol.
3. Jika ada waktu luang, latihlah otak / ingatan anda dengan menghitung cepat, mengingat-ingat kejadian 1 tahun terakhir atau apapun. Semakin berpacunya kinerja otak, maka semakin baik. Gunanya apabila anda suatu saat akan mengingat sesuatu, maka reflek untuk menghafal atau menyimpan informasinya sangat cepat.
3. Apabila langkah diatas belum juga berhasil, maka anda perlu melaksanakan self-hypnosis. (mengenai self-hypnosis, anda bisa baca di forum ini atau lewat berbagai media yang tepat).

Pada tekhik diatas bisa dilakukan oleh semua usia. Sehingga anda tidak perlu khawatir tentang usia atau penuaan anda. Saya sangat yakin, bahwa anda adalah orang yang sanggup untuk menaklukkan ingatan anda...
Semoga informasi dan tulisan saya diatas dapat bermanfaat bagi anda sekalian.
Untuk kritik dan saran atau tanggapan selalu saya terima dengan rasa bangga...

sekolah

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau “murid”) di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.

Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.

Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.

TERMINOLOGI
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.